Cara Membuat Lokasi Baru (Storage Bin) dan Memindahkan Lokasi Barang di SAP Lengkap dengan Gambar

Ilustrasi Tutorial Cara Membuat Lokasi Baru (Storage Bin) dan Memindahkan Lokasi Barang di SAP ERP
Ilustrasi Tutorial Cara Membuat Lokasi Baru (Storage Bin) dan Memindahkan Lokasi Barang di SAP ERP

Dalam operasional gudang yang menggunakan modul SAP Warehouse Management (SAP WM), penataan tata letak rak atau lokasi penyimpanan (Storage Bin) merupakan kunci utama agar stok fisik mudah dilacak dan akurat. Sering kali staf gudang perlu menambahkan kode rak baru di sistem, kemudian memindahkan barang (*bin-to-bin transfer*) dari lokasi rak lama ke lokasi rak yang baru dibuat.

Artikel tutorial ini membahas secara berurutan mulai dari cara membuat lokasi penyimpanan baru (Create Storage Bin), membuat dokumen perintah pemindahan lokasi barang (Create Transfer Order melalui T-Code /NLT04), hingga mengonfirmasi perpindahan lokasi barang (Confirm Transfer Order melalui T-Code /NLT12). Seluruh panduan disusun berdasarkan urutan Gambar 1 sampai Gambar 8 agar dapat langsung dipraktikkan dengan mudah.

Tahap 1: Cara Membuat Lokasi Penyimpanan Baru (Create Storage Bin) di SAP

Langkah 1: Mengisi Parameter Gudang dan Kode Lokasi Baru pada Layar Create Storage Bin (Gambar 1)

Gambar 1: Mengisi Warehouse No. (CPS), Storage Type (20), dan kode Storage Bin baru (UDP-C0111) pada layar Create Storage Bin.

Langkah pertama adalah membuka menu pembuatan lokasi penyimpanan (Create Storage Bin, T-Code standar LS01N) dan mendefinisikan identitas rak baru yang akan didaftarkan ke dalam sistem:

  1. Isi kolom Warehouse No. (Panah Merah Nomor 1) dengan kode gudang operasional Anda (contoh pada gambar: CPS).
  2. Isi kolom Storage Type (Panah Merah Nomor 2) dengan kode tipe area penyimpanan di gudang (contoh pada gambar: 20).
  3. Isi kolom Storage Bin (Panah Merah Nomor 3 — 3 ENTER) dengan kode atau penamaan lokasi rak baru yang ingin Anda buat (contoh pada gambar: UDP-C0111), kemudian tekan tombol Enter pada keyboard.

Langkah 2: Mengisi Storage Section dan Menyimpan Lokasi Baru (Gambar 2)

Gambar 2: Mengisi kolom Storage Section (001) dan menekan ikon Save (disket) untuk menyimpan lokasi baru.

Setelah Anda menekan tombol Enter, sistem akan memvalidasi tipe penyimpanan (menampilkan keterangan Consignment Bin Storage) dan membuka kolom rincian pada tab Stor. bin:

  1. Isi kolom Storage Section (Panah Merah Nomor 1) yang terletak di dalam tab Stor. bin dengan kode seksi penyimpanan (contoh pada gambar: 001).
  2. Klik ikon Save bergambar disket (Panah Merah Nomor 2) yang berada pada bilah alat (toolbar) bagian atas (atau tekan kombinasi tombol Ctrl + S pada keyboard) untuk menyimpan lokasi Storage Bin UDP-C0111 ke dalam database SAP.

Tahap 2: Cara Memindahkan Lokasi Barang (Create Transfer Order) di SAP

Langkah 3: Membuka T-Code /NLT04 dan Mengisi Rincian Material yang Akan Dipindahkan (Gambar 3)

Gambar 3: Mengetikkan T-Code /NLT04, mengisi Warehouse Number CPS, serta melengkapi kolom Item Data material yang akan dipindahkan.

Setelah lokasi rak baru berhasil dibuat, langkah berikutnya adalah membuat dokumen Transfer Order (TO) untuk memindahkan stok barang menuju lokasi baru tersebut:

  1. Klik kolom Command Field (Kotak Merah Nomor 1) di pojok kiri atas layar, ketikkan kode transaksi /NLT04, lalu tekan tombol Enter hingga muncul halaman Create Transfer Order: Initial Screen.
  2. Isi kolom Warehouse Number (Kotak Merah Nomor 2) dengan kode gudang tempat barang berada (contoh: CPS).
  3. Lengkapi seluruh kolom pada kotak Item Data (Kotak Merah Nomor 3 — 3 ENTER) sesuai data barang yang akan dipindahkan:
    • Movement Type: Ketikkan 999 (kode pergerakan untuk pengawasan/pemindahan internal gudang).
    • Material: Masukkan nomor material barang (contoh: SZ940JBA01).
    • Quantity requested: Masukkan jumlah barang yang akan dipindahkan (contoh: 10).
    • Plant/storage locatn: Isi kolom Plant dengan POS dan kolom Storage Location di sebelahnya dengan WCPS.
    • Batch: Isi dengan kode batch material (contoh: NEW).
    • Special Stock: Isi kolom pertama dengan indikator K (Consignment) dan kolom nomor di sebelahnya dengan kode 15301.
  4. Pastikan opsi Foreground/Backgrnd pada bagian Control diatur ke System-Guided, kemudian tekan tombol Enter pada keyboard.

Langkah 4: Memeriksa Kuantitas Penempatan Stok pada Layar Preparation for Stock Placement (Gambar 4)

Gambar 4: Memeriksa data kuantitas pada layar Preparation for Stock Placement lalu menekan Enter.

Sistem akan menampilkan layar Create Transfer Order: Preparation for Stock Placement yang memuat deskripsi material (SZ940JBA01 - NUT HUB RH R/F), Movement Type 999 Warehouse supervision, serta rincian kuantitas pada bagian Palletization dan Quantities (Stck plcmnt qty: 10 PC):

  1. Periksa rincian kuantitas pada bagian Palletization dan Quantities untuk memastikan jumlah barang yang akan dipindahkan sudah sesuai (contoh: 1 X 10 dan Open Quantity: 10 PC).
  2. Tekan tombol Enter pada keyboard (sesuai instruksi Panah Merah ENTER Kemudian SAVE Jika sudah Pas.) untuk melanjutkan ke layar pengisian lokasi rak asal (From) dan lokasi rak tujuan (Destination).

Langkah 5: Mengisi Lokasi Rak Asal (From) dan Lokasi Rak Tujuan (Destinat.) (Gambar 5)

Gambar 5: Mengisi lokasi rak asal (UDP-0182) pada bagian From dan lokasi rak baru (UDP-C0111) pada bagian Destinat.

Pada layar Create Transfer Order: Generate Transfer Order Item, Anda wajib menentukan dari rak mana barang diambil dan ke rak mana barang tersebut akan ditempatkan pada kolom Movement data:

  1. Isi data lokasi asal pada bagian From (Kotak Merah Nomor 1): Ketikkan kode tipe penyimpanan 20 pada kolom Typ, lalu ketikkan kode lokasi rak asal tempat barang tersimpan saat ini pada kolom Stor. Bin (contoh: UDP-0182).
  2. Isi data lokasi tujuan pada bagian Destinat. (Kotak Merah Nomor 2): Ketikkan kode tipe penyimpanan 20 pada kolom Typ, lalu ketikkan kode lokasi rak baru yang telah Anda buat pada Langkah 1 di kolom Stor. Bin (contoh: UDP-C0111).
  3. Tekan tombol Enter pada keyboard agar sistem memvalidasi perpindahan stok dari rak UDP-0182 ke rak UDP-C0111.

Langkah 6: Menyimpan Dokumen Transfer Order (TO) Pemindahan Lokasi (Gambar 6)

Gambar 6: Memastikan Destination Bin (UDP-C0111) telah masuk ke tabel Items, lalu mengeklik ikon Save (disket).

Setelah menekan Enter, sistem akan kembali menampilkan layar Create Transfer Order: Preparation for Stock Placement. Perhatikan bahwa pada tabel Items di bagian bawah kini telah tercatat baris Itm 1 dengan Dest.target quantity: 10, Sec: 001, dan Destination Bin: UDP-C0111, sementara nilai Open Quantity telah berubah menjadi 0:

  1. Periksa kembali baris item pada tabel Items untuk memastikan kode Destination Bin (UDP-C0111) dan kuantitas (10) sudah tepat.
  2. Klik ikon Save bergambar disket (Panah Merah pada Gambar 6) di bilah alat bagian atas (atau tekan Ctrl + S) untuk menyimpan dokumen Transfer Order. Catat nomor TO Number yang muncul pada pesan konfirmasi di bagian bawah layar (pada contoh ini terbentuk nomor TO 173).

Tahap 3: Cara Konfirmasi Perpindahan Lokasi Barang (Confirm Transfer Order) di SAP

Langkah 7: Membuka Menu Confirm Transfer Order dengan T-Code /NLT12 (Gambar 7)

Gambar 7: Mengetikkan T-Code /NLT12, mengisi TO Number (173) dan Warehouse Number (CPS), lalu menekan Enter.

Agar stok di sistem benar-benar berpindah secara definitif ke lokasi baru tanpa berstatus menggantung (open transfer order), dokumen TO yang telah dibuat harus dikonfirmasi menggunakan T-Code LT12:

  1. Klik kolom Command Field (Panah Merah Nomor 1) di pojok kiri atas layar, ketikkan kode transaksi /NLT12, kemudian tekan tombol Enter untuk membuka layar Confirm Transfer Order: Initial Screen.
  2. Isi kolom TO Number dan Warehouse Number (Panah Merah Nomor 2 — 2 ENTER): Masukkan nomor TO yang diperoleh dari langkah sebelumnya pada kolom TO Number (contoh: 173) dan pastikan kolom Warehouse Number berisi CPS.
  3. Pastikan pengaturan pada bagian Control dan Confirmation sudah sesuai (opsi Foreground/Backgrnd diatur ke Foreground dan opsi konfirmasi terpilih pada Pick + transfer), lalu tekan tombol Enter pada keyboard.

Langkah 8: Mengeklik Confirm Internally dan Menyimpan Konfirmasi Perpindahan Lokasi (Gambar 8)

Gambar 8: Mengeklik tombol Confirm Internally dan menekan ikon Save (disket) untuk menyelesaikan pemindahan lokasi barang.

Pada layar terakhir, yaitu Confirm Transfer Order: Overview of Transfer Order Items, sistem menampilkan rincian perpindahan material SZ940JBA01 (NUT HUB RH R/F) sebanyak 10 PC dari lokasi asal UDP-0182 (baris S / Source) menuju lokasi tujuan UDP-C0111 (baris D / Destination):

  1. Pastikan kotak centang pada baris item material di tabel Items sudah tercentang (✓), serta periksa kembali kesesuaian lokasi asal (UDP-0182) dan lokasi tujuan (UDP-C0111).
  2. Klik tombol Confirm Internally (Panah Merah Nomor 1) yang terletak pada baris tombol di bawah judul halaman untuk memvalidasi bahwa barang fisik telah selesai dipindahkan ke lokasi baru.
  3. Klik ikon Save bergambar disket (Panah Merah Nomor 2) pada bilah alat bagian atas (atau tekan kombinasi tombol Ctrl + S) untuk menyimpan konfirmasi Transfer Order. Setelah disimpan, proses pembuatan lokasi baru hingga pemindahan lokasi barang di SAP telah selesai sepenuhnya.

Ringkasan Kode Transaksi (T-Code) Pembuatan & Pemindahan Lokasi di SAP

Tabel berikut merangkum alur transaksi SAP Warehouse Management (WM) yang digunakan mulai dari pembuatan rak baru hingga konfirmasi perpindahan barang:

Tahap T-Code / Menu SAP Nama Layar Transaksi Kegunaan Utama
1 LS01N / Menu Storage Bin Create Storage Bin Membuat kode lokasi penyimpanan atau rak baru (contoh: UDP-C0111 pada Warehouse CPS, Storage Type 20, Section 001).
2 /NLT04 (atau /NLT01) Create Transfer Order Membuat perintah pemindahan stok barang antar-lokasi rak (Movement Type 999) dari Storage Bin lama (UDP-0182) ke Storage Bin baru (UDP-C0111).
3 /NLT12 Confirm Transfer Order Mengonfirmasi penyelesaian pemindahan barang secara sistem (Confirm Internally) agar stok resmi tercatat di lokasi rak yang baru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Mengapa setelah membuat Transfer Order (TO) harus dilanjutkan dengan T-Code /NLT12?

Ketika Anda menyimpan dokumen Transfer Order pada langkah ke-6, status barang di sistem SAP masih bersifat Open Transfer Order (sedang dalam proses pemindahan). Konfirmasi melalui /NLT12 wajib dilakukan untuk menyatakan bahwa barang fisik benar-benar sudah diletakkan di rak tujuan (UDP-C0111) sehingga stok siap digunakan untuk transaksi berikutnya.

2. Apa fungsi Movement Type 999 pada saat memindahkan lokasi barang di SAP?

Movement Type 999 (Warehouse supervision) digunakan khusus untuk pergerakan atau penataan ulang barang di dalam area gudang yang sama (bin-to-bin transfer) tanpa mengubah kepemilikan stok maupun nilai akuntansi persediaan di level Plant atau Storage Location.

3. Apa arti indikator Special Stock “K” pada layar pembuatan Transfer Order?

Indikator Special Stock K menunjukkan bahwa barang yang dipindahkan merupakan stok konsinyasi vendor (Vendor Consignment), sehingga pada kolom di sebelahnya wajib diisi dengan kode pemasok atau vendor pemilik barang tersebut (contoh: 15301).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *