Cara Goods Receipt (GR) Purchase Order di SAP (T-Code MB01, LT06, dan LT12) Lengkap dengan Gambar

Ilustrasi Tutorial Cara Goods Receipt (GR) Purchase Order di SAP Menggunakan T-Code MB01, LT06, dan LT12
Cara Goods Receipt (GR) Purchase Order di SAP (T-Code MB01, LT06, dan LT12) Lengkap dengan Gambar

Dalam operasional rantai pasok dan pergudangan yang menggunakan sistem SAP ERP (Material Management & Warehouse Management), setiap penerimaan barang fisik dari pemasok (vendor) berdasarkan dokumen pesanan pembelian (Purchase Order / PO) wajib dicatat melalui proses Goods Receipt (GR). Pencatatan Goods Receipt yang tepat memastikan jumlah persediaan di sistem bertambah secara akurat sekaligus memicu penempatan barang (putaway) ke lokasi rak penyimpanan di gudang.

Artikel tutorial ini membahas secara berurutan dari Gambar 1 sampai Gambar 9 mengenai cara melakukan Goods Receipt (GR) Purchase Order menggunakan T-Code /NMB01, membuat Transfer Order (TO) penempatan barang melalui T-Code /NLT06, hingga mengonfirmasi Transfer Order dengan T-Code /NLT12. Setiap langkah dilengkapi penjelasan tombol dan kolom yang harus diisi agar mudah dipahami oleh staf gudang maupun pengguna baru SAP.

Tahap 1: Cara Mencatat Penerimaan Barang / Goods Receipt Purchase Order di SAP (T-Code /NMB01)

Langkah 1: Membuka T-Code /NMB01 dan Mengisi Data Awal Goods Receipt (Gambar 1)

Gambar 1: Mengetikkan T-Code /NMB01, mengisi informasi surat jalan (Delivery Note), serta memasukkan nomor Purchase Order pada layar awal Goods Receipt.

Langkah pertama adalah membuka menu penerimaan barang berdasarkan pesanan pembelian (Goods Receipt for Purchase Order) dan memasukkan data surat jalan serta nomor PO dari pemasok:

  1. Klik kolom Command Field (Panah Merah Nomor 1) di pojok kiri atas layar, ketikkan kode transaksi /NMB01, kemudian tekan tombol Enter pada keyboard hingga muncul halaman Goods Receipt for Purchase Order: Initial Screen.
  2. Lengkapi data dokumen pengiriman pada bagian atas (Kotak Merah Nomor 2):
    • Document Date & Posting Date: Isi sesuai tanggal penerimaan dan pencatatan barang (contoh: 23.10.2026).
    • Delivery Note: Masukkan nomor surat jalan atau Delivery Order (DO) dari pemasok (contoh: 450/HPU/DO/10/26).
    • Bill of Lading: Isi nama penerima atau referensi pengangkut (contoh: ZULPADLI).
    • Doc. Header Text: Ketikkan keterangan nama vendor atau pengirim barang (contoh: FROM JAYA TEKNIK DIESEL).
  3. Lengkapi parameter item pada bagian Defaults for Document Items (Kotak Merah Nomor 3):
    • Movement Type: Ketikkan kode 101 (kode standar penerimaan barang untuk Purchase Order ke gudang).
    • Purchase Order: Masukkan nomor dokumen PO yang barangnya diterima (contoh: 8700168673).
    • Plant: Ketikkan kode plant lokasi kerja (contoh: POS).
    • Storage Location: Ketikkan kode lokasi gudang penerima (contoh: WPOS).
  4. Tekan tombol Enter pada keyboard untuk memuat daftar barang yang terdapat di dalam nomor Purchase Order tersebut.

Langkah 2: Memilih Item Barang yang Diterima dan Menyimpan Dokumen Goods Receipt (Gambar 2)

Gambar 2: Memberikan tanda centang pada kolom F untuk item yang diterima dan menekan ikon Save (disket).

Sistem akan menampilkan halaman Goods Receipt for PO: Selection Screen yang memuat rincian item dari dokumen PO (contoh: Material DZ97259533010 - EXPANSION BOX ASSEMBLY, jumlah 1 PC, Batch: NEW):

  1. Klik kotak centang pada kolom F (Panah Merah Nomor 1) di sebelah kiri baris Item 1 hingga muncul tanda centang (✓), lalu pastikan jumlah fisik barang yang diterima pada kolom Quantity (contoh: 1) serta kode Batch (contoh: NEW) sudah sesuai.
  2. Klik ikon Save bergambar disket (Panah Merah Nomor 2) yang berada pada bilah alat (toolbar) bagian atas (atau tekan kombinasi tombol Ctrl + S pada keyboard) untuk mem-posting dokumen Goods Receipt. Setelah disimpan, sistem akan menerbitkan nomor Material Document (contoh: 5001066233).

Tahap 2: Cara Membuat Transfer Order (TO) Penempatan Barang dari Material Document (T-Code /NLT06)

Langkah 3: Membuka T-Code /NLT06 dan Memasukkan Nomor Material Document (Gambar 3)

Gambar 3: Mengetikkan T-Code /NLT06 dan memeriksa nomor Material Document (5001066233) beserta Warehouse Number (WPS).

Setelah dokumen GR berhasil disimpan, langkah selanjutnya adalah membuat perintah penempatan barang ke rak gudang (Transfer Order) berdasarkan nomor Material Document menggunakan T-Code LT06:

  1. Klik kolom Command Field (Panah Merah Nomor 1) di pojok kiri atas layar, ketikkan kode transaksi /NLT06, lalu tekan tombol Enter untuk membuka halaman Create Transfer Order for Material Document: Initial Screen (pada beberapa konfigurasi SAP, layar ini juga dapat muncul secara otomatis sesaat setelah Anda menyimpan GR).
  2. Periksa dan lengkapi data pada bagian Material Document (Kotak Merah Nomor 2):
    • Material Document: Pastikan terisi nomor dokumen hasil posting GR (contoh: 5001066233).
    • Material Doc. Year: Pastikan terisi tahun dokumen berjalan (contoh: 2026).
    • Warehouse Number: Ketikkan kode gudang pengelolaan WM (contoh: WPS).
  3. Pastikan opsi Foreground/Backgrnd pada bagian Control diatur ke Foreground, kemudian tekan tombol Enter pada keyboard.

Langkah 4: Memeriksa Daftar Barang pada Active Worklist dan Mengeklik Palletization (Gambar 4)

Gambar 4: Memeriksa baris item pada tab Active Worklist dan mengeklik tombol Palletization.

Pada halaman Create TO from TR: Overview of Transfer Requirement, sistem menampilkan informasi Movement Type 101 Goods receipt for pur.or. dan Source Stor.Ty. 902 8700168673:

  1. Periksa baris material pada tabel tab Active Worklist (Kotak Merah Nomor 1) untuk memastikan nomor Material (DZ97259533010), Selected quantity (1 PC), Batch (NEW), serta Plant/SLoc (POS / WPOS) sudah benar.
  2. Klik tombol Palletization (Kotak Merah Nomor 2) yang berada pada baris tombol di bawah judul halaman untuk beralih ke layar persiapan penempatan stok (Prepare for Putaway).

Langkah 5: Memastikan Kuantitas Target dan Mengeklik Generate + Next Mat. (Gambar 5)

Gambar 5: Memastikan kolom Dest.target quantity terisi angka 1 dan mengeklik tombol Generate + Next Mat.

Sistem akan menampilkan halaman Create TO for TR: Prepare for Putaway yang memuat rincian kuantitas penempatan stok (Stck plcmnt qty: 1 PC):

  1. Periksa atau isi kolom Dest.target quantity (Kotak Merah Nomor 2) pada baris Itm 1 di dalam tabel Items sesuai jumlah barang yang akan ditempatkan ke rak (contoh: 1).
  2. Klik tombol Generate + Next Mat. (Kotak Merah Nomor 1) yang terletak di pojok kiri atas bawah judul halaman untuk menentukan lokasi rak tujuan penyimpanan barang.

Langkah 6: Mengisi Lokasi Penyimpanan Tujuan (Destinat.) pada Layar Generate Transfer Order Item (Gambar 6)

Gambar 6: Mengisi Storage Type (77) dan Storage Bin tujuan (TRANSFER) pada kotak Destinat. lalu menekan Enter.

Pada layar Create Transfer Order from TR: Generate Transfer Order Item, bagian From telah terisi otomatis dengan area penerimaan sementara (Typ: 902, Sec: 001, Stor. Bin: 8700168673). Anda perlu mengisi lokasi penyimpanan tujuan pada bagian Destinat.:

  1. Isi kolom lokasi tujuan pada kotak Destinat. (Kotak Merah bertuliskan Diisi sesuai lokasi tujuan / ENTER):
    • Typ: Ketikkan kode Storage Type tujuan (contoh pada gambar: 77).
    • Stor. Bin: Ketikkan nama rak atau Storage Bin tujuan tempat barang diletakkan (contoh pada gambar: TRANSFER).
  2. Tekan tombol Enter pada keyboard untuk memproses penempatan item ke lokasi tujuan tersebut.

Langkah 7: Menyimpan Dokumen Transfer Order pada Tab Processed Items (Gambar 7)

Gambar 7: Memastikan item telah masuk ke tab Processed items lalu mengeklik ikon Save (disket).

Setelah menekan Enter, sistem akan kembali ke layar Create TO from TR: Overview of Transfer Requirement dan membuka tab Processed items secara otomatis. Perhatikan bahwa baris material DZ97259533010 kini telah memiliki tanda centang (✓) pada kolom status T.. dengan Transfer Order Qty: 1 PC:

  1. Pastikan seluruh item yang diterima sudah masuk ke dalam daftar tab Processed items.
  2. Klik ikon Save bergambar disket (Panah Merah pada Gambar 7) di bilah alat bagian atas (atau tekan Ctrl + S) untuk menyimpan dokumen Transfer Order. Catat nomor TO Number yang muncul pada bagian bawah layar (pada contoh ini terbentuk nomor TO 6552).

Tahap 3: Cara Konfirmasi Transfer Order Penerimaan Barang di SAP (T-Code /NLT12)

Langkah 8: Membuka T-Code /NLT12 dan Memasukkan Nomor Transfer Order (Gambar 8)

Gambar 8: Mengetikkan T-Code /NLT12, mengisi TO Number (6552) dan Warehouse Number (WPS), lalu menekan Enter.

Tahap terakhir adalah mengonfirmasi Transfer Order melalui T-Code LT12 agar stok barang yang baru diterima resmi berstatus available (tersedia) di lokasi rak tujuan:

  1. Klik kolom Command Field (Panah Merah Nomor 1) di pojok kiri atas layar, ketikkan kode transaksi /NLT12, lalu tekan tombol Enter hingga terbuka layar Confirm Transfer Order: Initial Screen.
  2. Isi kolom pada bagian atas (Kotak Merah Nomor 2 — 2 ENTER):
    • TO Number: Masukkan nomor Transfer Order yang diperoleh pada Langkah 7 (contoh: 6552).
    • Warehouse Number: Masukkan kode gudang (contoh: WPS).
  3. Pastikan pengaturan Foreground/Backgrnd diatur ke Foreground dan opsi konfirmasi pada Pick + transfer, kemudian tekan tombol Enter pada keyboard.

Langkah 9: Mengeklik Confirm Internally dan Menyimpan Konfirmasi Transfer Order (Gambar 9)

Gambar 9: Memeriksa baris item pada tab Active worklist, mengeklik tombol Confirm Internally, dan menekan ikon Save (disket).

Pada halaman Confirm Transfer Order: Overview of Transfer Order Items, sistem menampilkan daftar barang yang siap dikonfirmasi pada tab Active worklist:

  1. Periksa rincian baris item pada tabel Active worklist (Kotak Merah Nomor 2): Pastikan nomor Material (DZ97259533010), lokasi tujuan Dest. Bin (77 / TRANSFER), serta jumlah aktual pada kolom Actual qty (contoh: 1 PC) telah sesuai dengan fisik barang.
  2. Klik tombol Confirm Internally (Kotak dan Panah Merah Nomor 1) yang terletak di bagian kiri atas di bawah judul halaman untuk memvalidasi penempatan barang secara internal.
  3. Klik ikon Save bergambar disket pada bilah alat bagian atas (atau tekan Ctrl + S pada keyboard) untuk menyimpan konfirmasi Transfer Order. Dengan langkah ini, seluruh rangkaian proses Goods Receipt (GR) di SAP telah selesai dengan tuntas.

Ringkasan Kode Transaksi (T-Code) Goods Receipt di SAP

Berikut adalah tabel ringkasan kode transaksi (T-Code) yang digunakan dalam alur penerimaan barang (Goods Receipt) hingga konfirmasi penempatan stok di gudang:

Urutan T-Code SAP Nama Menu / Layar Transaksi Fungsi Utama dalam Proses Penerimaan Barang
1 /NMB01 Goods Receipt for Purchase Order Mencatat penerimaan barang masuk berdasarkan nomor Purchase Order (PO) dan surat jalan vendor menggunakan Movement Type 101.
2 /NLT06 Create Transfer Order for Material Document Membuat dokumen Transfer Order (TO) dari nomor Material Document untuk menempatkan barang dari zona interim (902) ke lokasi rak tujuan (Storage Bin).
3 /NLT12 Confirm Transfer Order Mengonfirmasi penyelesaian penempatan barang (Confirm Internally) agar stok resmi tercatat di lokasi penyimpanan tujuan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa fungsi Movement Type 101 pada transaksi Goods Receipt (/NMB01)?

Movement Type 101 adalah kode pergerakan standar di SAP yang digunakan untuk mencatat penerimaan barang masuk (Goods Receipt) ke dalam gudang berdasarkan dokumen pesanan pembelian (Purchase Order) yang sah.

2. Mengapa setelah menyimpan Goods Receipt di MB01 harus dilanjutkan ke T-Code LT06 dan LT12?

Pada gudang yang mengaktifkan modul SAP Warehouse Management (WM), penyimpanan transaksi MB01 baru menempatkan stok di area penerimaan sementara (Interim Storage Type 902). Anda wajib menjalankan LT06 untuk menentukan rak penyimpanan tujuan (Dest. Bin) dan mengonfirmasinya di LT12 agar stok berpindah sepenuhnya dari area 902 ke lokasi rak gudang.

3. Apa yang harus diisi pada kolom Delivery Note saat melakukan Goods Receipt?

Kolom Delivery Note wajib diisi dengan nomor surat jalan atau nomor Delivery Order (DO) resmi dari vendor/pemasok (contoh: 450/HPU/DO/10/26) agar bagian gudang dan keuangan (Finance / Account Payable) dapat mencocokkan dokumen penerimaan fisik dengan tagihan (invoice) vendor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *